Nadia Istiati, Diah AmanahDenny, Lupitasari
(Mahasiswa Jurusan PGMI IAIN Salatiga)

A. Keterampilan Menyimak
Menyimak (listening) di katakana sebagai kegiatan berbahasa reseptif dalam suatu kegiatan bercakap-cakap (talking) dengan medium dengar (audial) maupun medium pandang, (visual). Bercakap-cakap. Memang berciri interaktif, tetapi tidak semua wacana lisan bersifat interaktif atau timbale balik (reciprocal). Khotbah di suatu tempat, misalnya pada hari minggu adalah satu contoh bentuk wacana lisan yang tidak timbale balik.

Kata menyimak dalam bahasa Indonesia memiliki kemiripan makna dengan ‘mendengar’ dan ‘ mendengarkan’. Oleh karena itu, ketiga istilah itu sering menimbulkan kekacauan pemahaman, bahkan sering dianggap sama sehingga sama sehingga digunakan secara bergantian (Akhadiah, 1991/1992:3).Bahkan Harimurti Kridalaksana (1993:2) menggunakan mendengar untuk istilah menyimak, sebagai terjemahan listening.
B. Keterampilan Berbicara
Berbicara secara umum dapat diartikan suatu penyampaian maksud bisa berupa gagasan, pikiran, isi hati seseorang kepada orang lain. Pengertian secara khusus banyak di kemukakan oleh para pakar. Djago Tarigan (1990:149) menyatakan bahwa berbicara adalah keterampilan menyampaikan pesan melalui bahasa lisan dan pesan sangat erat. Pesan yang diterima pendengar tidaklah dalam wujud asli, tetapi dalam bentuk lain, yaitu bunyi bahasa. Bunyi bahasa yang di dengar oleh pendengar tersebut kemudian di ubah menjadi bentuk semula, yaitu pesan. Senada dengan pendapat tersebut, H.G. Tarigan (1983:15) mengemukakan berbicara adalah kemampuan mengucap bunyi bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan, serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan.
C. Keterampilan Membaca
Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/ bahasa tulis (H.G. Tarigan, 1983:7). Suatu proses yang menuntut agar kelompok kata yang merupakan suatu kesatuan akan terlihat dalam suatu pandangan sekilas dan agar makna kata-kata secara individual akan dapat diketahui.
Membaca merupakan perbuatan yang dilakukan berdasarkan kerjasama beberapa keterampilan, yakni mengamati, memahami, dan memikirkan (Jazir Burhan, 1971:90). Di samping itu, membaca adalah laku penguraian tulisan, suatu analisis bacaan. Dengan demikian, membaca merupakan panangkapan dan pemahaman ide, aktivitas, pembaca yang diiringi curahan jiwa dalam menghayati naskah.
D. Keterampilan Menulis
Menulis dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat medianya (Suparno dan M. Yunus, 2003:3). Pesan adalah isi atau muatan yang terkandung dalam suatu tulisan. Tulisan merupakan sebuah simbol atau lambang bahasa yang dapat dilihat dan disepakati pemakainya. Dengan demikian, dalam komunikasi tulis paling tidak terdapat empat unsur yang terlibat: penulis sebagai penyampai pesan, isi tulisan, saluran atau media berupa tulisan, dan pembaca sebagai penerima pesan.
Menulis menurut McCrimmon (1976:2), merupakan kegiatan menggali pikiran dan perasaan mengenai suatu subjek, memilih hal-hal yang akan ditulis, menentukan cara menulisnya sehingga pembaca dapat memahaminya dengan mudah dan jelas. Senada dengan pendapat Mary S Lawrence (1972:1) menyatakan bahwa menulis adalah mengkomunikasi apa dan bagaimana pikiran penulis
PGMI/ 4/ UTS/ IAIN SALATIGA